Istilah wacana dipakai sebagai
terjemahan dari bahasa Inggris discourse.
Dalam salah satu kamus bahasa Inggris, wacana atau discourse dapat diterjemahan sebagai berikut:
1. Komunikasi pikiran dengan kata-kata; ekspresi
ide-ide atau gagasan-gagasan; konversasi atau percakapan.
2. Komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu
subjek studi atau pokok telaah.
Sementara beberapa ahli
mengartikan wacana sebagai berikut:
1. Kemampuan untuk maju (dalam pembahasan) menurut
urutan-urutan yang teratur dan semestinya. (Marahimin, 1994:26)
2. Istilah wacana dipergunakan untuk mencakup bukan
hanya percakapan atau obrolan, tetapi juga pembicaraan dimuka umum, tulisan,
serta upaya-upaya formal seperti laporan ilmiah dan sandiwara atau lakon. (Tarigan,
1993:23)
3. Rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa
komunikasi, biasanya terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan
pengertian yang satu dengan yang lain. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa
lisan, dan dapat pula memakai bahasa tulisan. (Samsuri dalam Sudjiman, 1993:6)
4. Cara objek atau ide diperbincangkan secara
terbuka kepada publik sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebar
luas. (Lull, 1998:225)
5. Ucapan dalam mana seorang pembicara menyampaikan
sesuatu tentang sesuatu kepada pendengar (Kleden, 1997:34)
Berdasarkan berbagai pendapat diatas,
dapat dirangkum pengertian wacana sebagai “rangkaian ujar atau tindak tutur
yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur,
sistematis, dalam suatu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental
maupun nonsegmental bahasa”.
Lebih jauh, pengertian wacana
dapat dibatasi dari dua sudut yang berlainan. Pertama dari bentuk bahasa atau yang berkaitan dengan hierarki bahasa, yang
dimaksud dengan wacana adalah bentuk bahasa di atas kalimat yang mengandung
sebuah tema. Dan yang kedua adalah dari sudut tujuan umum yang meninjau wacana dari sudut sebuah komposisi atau
karangan yang utuh, Tujuan umum ini
merupakan hasil klasifikasi dari semua tujuan yang ada, yang membawa corak
khusu dari karangan-karangan sejenis.
Referensi: Analisi Teks Media “Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana,
Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. (Alex Sobur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar