Terlihat bagaimana mata-mata yang pernah terang itu kemudian redup
Bahkan untuk sekedar menatap embun segar di pagi hari
Mereka yang pernah berandai tentang suatu mimpi
Akhirnya sampai pada titik yang disebut masa depan kala semangat itu tengah hidup.
Sama halnya seperti air yang tidak tahu kapan giliran untuk jatuh,
Menghadirkan sejuk bagi para kesepian
Resah bagi mereka pemilik kenangan
Dan takut bagi para pengeluh.
Mereka sengaja diam dan mengikuti apa perintah Tuhan
Tanpa bantahan, karena mereka paham bagaimana cara Tuhan bekerja
Termasuk tentang mimpi yang belum terlaksana
Sebagian akan menjadi terlupa, sebagian lagi akan ikut menua.
Saat kumpulan air hujan akhirnya turun
Berlomba siapa yang paling cepat menggapai tanah
Itu juga saatnya mimpi untuk bangun
Tinggal memilih, ingin lelah atau menyerah.
-Qky-