Selasa, Desember 9

Persamaan dan Perbedaan Televisi dan Radio

Penyiaran atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan broadcasting,  merupakan proses penyampaian siaran dengan pemancar kepada penerima siaran dalam hal ini pendengar/pemirsa disuatu tempat.
Menurut UU no.32 thn 2002 tentang Penyiaran, penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut, atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
Media penyiaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu Televisi dan Radio
  • Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Televisi merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani, dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakn media visual/penglihatan. Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya, yakni memberikan informasi, mendidik, menghibur, dan membujuk.
  • Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintasdan merambat lewat udara dan bisa juga lewat ruang angkasa yang hampa udara.

  • Persamaan Televisi dan Radio
No.
Karakteristik
Televisi
Radio
1.
Tidak dapat di ulang-ulang
  • 2.
    Ruang jangkau luas
  • 3.
    Bersifat cepat dan sekilas
  • 4.
    Waktunya terbatas
  • 5.
    Menjangkau seluruh masyarakat
  • 6.
    Disiarkan secara elektronik
  • 7.
    Aktual

    • Perbedaan Televisi dan Radio
    Televisi
    Radio
    Bersifat audiovisual
    Bersifat audio
    Memiliki daya pengaruh tinggi
    Memiliki daya pengaruh rendah
    Biaya operasional tinggi
    Biaya operasional relatif murah
    Menggunakan bahasa baku
    Menggunakan bahasa sehari-hari
    Bersifat menyeluruh
    Bersifat akrab dan intim
    Memerlukan perhatian khusus
    Dapat dinikmati sambil beraktifitas

    Jumat, Maret 28

    Analisis Framing

                Pada dasarnya, analisi framing  merupakan versi baru dari pendekatan wacana, khususnya untuk menganalisis teks media. Gagasan mengenai framing pertama kali dicetuskan oleh Beterson tahun 1955 (Sudibyo, 1999a:23). Mulanya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan wacana serta yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Akhir-akhir ini, konsep  framing digunakan secara luas dalam literatur ilmu komunikasi untuk menggambarkan proses penseleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita oleh media.

                Dalam studi komunikasi, analisis framing mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena atau aktivitas komunikasi. Dalam perspektif komunikasi, analisis framing dipakai untuk membedah cara atau ideologi media saat mengkonstruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta terhadap berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. Dengan kata lain, framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan, serta hendak dibawa kemana berita tersebut  (Nugroho, Eriyanto, Surdiasis, 1999:21). Menurut Gamson dan Modigliani, frame adalah cara bercerita atau gugusan ide-ide yang teroganisir sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek atau wacana.

                Entman (Eriyanto, 2000a:94); Triputra, 2000:412) melihat framing dalam dua dimensi besar yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek realitas. Kedua faktor ini dapat lebih mempertajam framing berita melalui proses seleksi isu yang layak ditampilkan dan penekanan isi beritanya. Perspektif wartawanlah yang akan menentukan fakta yang dipilihnya, ditonjolkannya, dan dibuangnya. Konsep framing dalam pandangan Entman, secara konsisten menawarkan sebuah cara untuk mengungkap the power of a communication text. Analisis framing dapat menjelaskan dengan cara yang tepat pengaruh atas kesadaran manusia yang didesak oleh transfer informasi melalui media seperti pidato, ucapan/ungkapan, news report, atau novel.

                G.J Aditjondro (Sudibyo, 1999b:165) mendefinisikan framing sebagai metode penyajian realitas dimana keberadaan tentang suatu kejadian tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus, dengan memberikan sorotan terhadap aspek-aspek tertentu saja, dengan menggunakan istilah-istilah yang punya konotasi tertentu, dan dengan bantuan foto, karikatur, dan alat ilustrasi lainnya.

                Secara sederhana, analisis framing merupakan bagaimana suatu media mengambil sudut pandang tentang suatu kejadian, membentuknya dan menjadikannya dalam sebuah wacana yang akhirnya disampaikan pada khalayak.
                
    sumber: Sobur,Alex. 2012. Analisis Teks Media Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung. Remaja Rosdakarya.

    Jumat, Januari 31

    Jenis - Jenis Media Penyiaran

    Menurut UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, media penyiaran disebut sebagai lembaga penyiaran yang terdiri dari jasa penyiaran radio dan televisi. Dalam  hal ini, media penyiaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


    • Lembaga Penyiaran Publik (LPP), merupakan stasiun penyiaran yang mendapatkan anggaran operasional dari APBN untuk stasiun pusat yang berkedudukan di ibukota, Jakarta, dan APBD untuk stasiun daerah. Disamping itu, dana operasionalnya dapat juga berasal dari iuran masyarakat serta usaha-usaha lain stasiun tersebut yang sah. Media penyiaran yang termasuk LPP adalah TVRI dan RRI yang mempunyai wilayah siaran secara nasional.

    • Lembaga Penyiaran Swasta (LPS),  merupakan stasiun penyiaran yang mendapatkan anggaran operasional secara swadaya melalui potensi siaran iklan dan jasa-jasa yang lain seperti pembuatan produksi, yang terkait dengan penyelenggaran siaran. LPS mempunyai wilayah wilayah siaran secara lokal dan jaringan secara terbatas. Media penyiaran yang termasuk LPS adalah RCTI, SCTV, Trans TV, dan stasiun yang menyiarkan siarannya secara nasional dan komersil.
    • Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK), merupakan stasiun penyiaran yang mendapat anggaran operasional dari pengumpulan donasi komunitasnya atau pihak-pihak yang bersimpati. Dalam UU Penyiaran, LPK dilarang mendapatkan dana dari iklan seperti LPS. LPK mempunyai wilayah siaran yang terbatas yaitu hanya sampai radius 2,5km dan berdaya pancar maksimum 50watt. LPK didirikan oleh komunitas dalam wilayah tertentu, bersifat independen, tidak komersial, dan hanya untuk melayani kepentingan komunitasnya. 

    • Lembaga Penyiaran Berjaringan (LPB), merupakan stasiun penyiaran yang mendapatkan anggaran operasional secara swadaya melalui siaran iklan, iuran para pelanggan, dan jasa-jasa yang lain seperti pembuatan produksi, dan jasa akses internet. LPB meliputi siaran melalui satelit, kabel, dan terrestrial.

    Sumber: Djamal,Hidajanto.Andi Fachruddin. Dasar-Dasar Penyiaran Sejarah, Organisasi, Operasional, dan Regulasi. 2011. Kencana. Jakarta.

    Selasa, Januari 28

    Praktek Sistem Studio

    Sistem studio merupakan kegiatan pemrosesan berupa input dan output materi berupa audio dan visual. Dimana gambar yang diambil dari apa yang direkam dihadapan kamera studio (input). Kemudian diproses untuk diatur tampilan dan suara yang akan direkam atau langsung disiarkan untuk diterima oleh masyarakat (output).

    Tugas CREW dalam Master Control Room (MCR)
    1.   Producer
    Producer merupakan pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab atas semua aktivitas pembuatan program. Untuk kebutuhan tertentu, terdapat sebuah komputer dengan system on line seperti New Q Pro yang terhubung langsung dengan di tele prompter sehingga producer atau scripwritter dapat melakukan perubahan atau penambahan script yang muncul yang akan dibacakan oleh anchor. Sistem tersebut juga secara online dapat menghitung durasi per materi sehingga produser dapat informasi yang akurat saat membatalkan (drop) atau menambah materi didalam segmen agar sesuai dengan durasi dan kebutuhan.

    2.   Program Director (PD)
    Dibawah producer program, terdapat program director (PD) yang bertanggung jawab terhadap teknis pelaksanaan dan melakukan pemilihan gambar dan suara sesuai rundown. PD seperti layaknya video editor yang dituntut mengerti tentang komposisi gambar, kontinuitas dan sebagainya, hanya saja semua proses dilakukan melalui master control, sehingga PD dapat mengarahkan secara langsung pergerakan kamera,  talent, audio,mengkoreksi lighting, make up, wardrobe, property dan sebagainya. Berbeda dengan video editor yang harus menyusun gambar lewat materi yang sudah terekam. Dibeberapa stasiun TV, PD juga mengoperasikan switcher agar keputusan pemilihan gambar dan pengeksekusian melalui switcher tidak mengalami keterlambatan.

    3.   Pengoperasi Switcher (Switcherman)
    Switcherman bertanggungjawab untuk mengoperasikan mesin switcher. Switcher merupakan alat untuk memilih satu gambar dari berbagai macam source untuk disiarkan atau direkam. Switcher memiliki fitur yang beraneka ragam tergantung produsennya, diantaranya mampu berperan seperti layaknya software editing, seperti melakukan chroma key, super impose dan sebagainya.

    4.   Penata Aksara /Character Generic (CG)
    Penata aksara bertugas untuk menampilkan data grafis pada visual.

    5.   Penata Suara (Audioman)
    Penanggung jawab audio atau suara dari studio.

    6.   Pegoperasi VTR (VTRman)
    Mengelola dan merekam gambar dan suara yang dipilih oleh switcher.


     
    Equipment & Crew Studio
    Didalam ruang ini, terdapat berbagai macam SDM dan peralatan untuk menghasilkan sebuah program, yaitu 

    1.   Floor Director (FD)
    Asisten PD di studio yang menerima perintah dari PD untuk mengarahkan acara.

    2.   Presenter (Anchor)
    Pemandu acara

    3.   Cameraman
    Orang yang mengoperasikan kamera

    4.   Lightingman
    Operator pencahayaan di studio

    5.   Make Up Artist
    Bertugas sebagai orang yang merias dan menata talent untuk tmpil menarik dihadapan kamera.

    6.   Wardrobe
    Mengatur kostum dan aksesoris talent agar terlihat prima saat on air.

    7.   Set & Property
    Mengatur set panggung, studio, dan property yang disertakan untuk program tersebut.

    Selasa, Januari 21

    Analisis Framing Model Robert N. Entman


                Robert N. Entman adalah salah seorang ahli yang meletakkan dasar-dasar bagi analisis framing untuk strategi media. Konsep framing oleh Entman, digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu-isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada isu yang lain.
                Entman membagi framing dalam dua dimensi besar
    Seleksi Isu
    Aspek ini berhubungan dengan pemilihan fakta. Dari realitas yang kompleks dan beragam itu, aspek mana yang diseleksi untuk ditampilkan? Dari proses ini selalu terkandung didalamnya ada bagian berita yang dimasukkan (include), tetapi ada juga berita yang dikeluarkan (exclude). Tidak semua aspek atau bagian dari isu ditampilkan, wartawan memilih aspek tertentu dari suatu isu.
    Penonjolan aspek tertentu dari isu
    Aspek ini berhubungan dengan penulisan fakta. Ketika aspek tertentu dari suatu peristiwa/isu tersebut telah dipilih, bagaimana aspek tersebut ditulis? Hal ini sangat berkaitan dengan pemakaian kata, kalimat, gambar, dan citra tertentu untuk ditampilkan kepada khalayak.

                Elemen-elemen framing menurut konsep Entman
    Define Problems
    (Pendefinisian Masalah)
    Bagaimana peristiwa dipahami oleh wartawan. Ketika masalah terjadi, bagaimana isu atau peristiwa tersebut dipahami. Peristiwa yang sama dapat dipahami dengan cara yang berbeda. Dan dengan bingkai yang berbeda, maka akan tercipta realitas yang berbeda pula.
    Diagnose Causes
    (Memperkirakan penyebab masalah)
    Elemen framing untuk membingkai siapa yang dianggap sebagai actor/dalang dari suatu peristiwa. Bagaimana peristiwa dipahami, tentu saja menentukan apa dan siapa yang dianggap sebagai sumber masalah.
    Make Moral Judgement
    (Membuat keputusan moral)
    Elemen yang dipakai untuk membenarkan/memberi argumentasi pada pendefinisian masalah yang sudah dibuat. Dibutuhkan sebuah argumentasi yang kuat untuk mendukung gagasan tersebut.
    Treatment Recommendation
    (Menekankan penyelesaian)
    Elemen yang dipakai untuk menilai apa yang dikehendaki oleh wartawan. Jalan apa yang dipilih wartawan untuk menyelesaikan masalah. Penyelesaian itu, tentu saja bergantung pada bagaimana peristiwa itu dilihat dan siapa yang dipandang sebagai penyebab masalah.



    Minggu, Januari 19

    Pengertian Komunikasi

    Kita pasti sudah tak asing dengan kata komunikasi. Hidup kita memang tidak terlepas dari berkomunikasi. Namun, apa sebenarnya pengertian dari komunikasi?

    Ada ratusan pengertian mengenai komunikasi, tetapi belum ada pengertian yang baku dan pasti mengenai komunikasi itu sendiri. Hal ini karena komunikasi memiliki makna yang sangatlah luas. 

    Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari bahasa Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Kata sama disini berarti memiliki makna yang sama. Menururt Carl I. Hovland, proses mengubah perilaku orang lain.

    Biasanya untuk memahami komunikasi secara mudah, peneliti komunikasi menggunakan teori Harold Lasswell. Menururt Lasswell, untuk menjelaskan komunikasi adalah dengan cara menjawab pertanyaan berikut "Who Says What In Which Channel To Whom WIth What Effect?" 

    Dari pertanyaan yang dikemukakan Lasswell, dapat menunjukkan bahwa terdapat 5 unsur yang terdapat dalam komunikasi, sebagai berikut:

    1. Komunikator
    Komunikator merupakan seseorang atau media yang menyampaikan sebuah informasi kepada orang lain.

    2. Pesan
    Pesan merupakan informasi yang disampaikan oleh komunikan

    3. Media
    Media merupakan alat yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan seperti surat kabar atau televisi.

    4. Komunikan
    Komunikan merupakan individu atau kelompok, atau siapapun yang menerima pesan dari komunikator melalui berbagai cara/media.

    5. Efek
    Efek merupakan hal yang ditimbulkan setelah komunikan menerima pesan dari komunikatpr, efek tersebut dapat berupa sanggahan atau persetujuan.

    Komunikasi dapat dibedakan menjadi 2:

    1. Komunikasi Verbal ( lisan & tulisan )
    2. Komunikasi Non Verbal ( gerak tubuh, ekspresi wajah, lambaian tangan, dll kecuali lisan dan tulisan )


    Sumber:
    LittleJohn,Stephen. Teori Komunikasi Theories of Human Communication. Salemba Humanika. Jakarta.
    Uchjana,Onong. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Rosda. Jakarta

    Rabu, Januari 15

    APA PERBEDAAN FILM DAN VIDEO

    Film dan Video, kalian pasti gak asing sama 2 hal ini kan? Tapi apa kalian tau apa perbedaan dari keduanya? Kita akan coba bahas sedikit disini.


    • Film
    Film pertama kali lahir dipertengahan kedua abad 19. Awalnya film dibuat dengan bahan dasar seluloid yang sangat mudah terbakar bahkan oleh percikan rokok. Namun, sejalan dengan berjalannya waktu, para ahli berusaha untuk menyempurnakan film agar lebih aman, mudah di produksi dan enak ditonton.

    Saat ini setidaknya ada tiga macam jenis fim yang diproduksi secara massal yaitu 35mm, 16mm, dan 8mm. Angka-angka itu menunjukkan lebar pita seluloid. Semakin lebar pita, maka akan semakin baik kualitas gambar yang dihasilkan. Film-film yang biasa kita tonton di bioskop, biasanya menggunakan pita 35mm.


    • Video
    Video mulai dikenal luas diseluruh dunia pada pertengahan kedua tahun 70-an. Berbeda dengan film yang menggunakan pita seluloid yang hanya bisa merekam gambar, video menggunakan pita magnetik yang bisa merekam gambar dan suara dengan baik.

    Video terdiri dari berbagai jenis untuk berbagai keperluan berbeda seperti U Matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS, S-VHS, Mini DV, DV, DVCAM, dan DVCPRO.

    Saat ini format yang saat ini masih sering digunakan oleh adalah MiniDV karena berukuran kecil, ringan, dan sangat mudah digunakan. Perkembangan video saat ini adalah format HDTV (High Definition Telivision), format yang lebih unggul dari segi gambar dan suara.

    Masa Lalu

    Bukan bermaksud mengungkit masa lalu Kadang, saat sedikit terpuruk saja aku langsung sombong dengan pengorbananku Sementara bagimu, mungki...